Kamis, 28 Januari 2010

tugas mutu pel kebid

PUSKESMAS “M”

Permasalahan yang muncul di Puskesmas “M”

  1. Ruang periksa pasien rawat jalan yang tidak bersih
  1. Toilet pasien yang kotor dan bau
  1. Dokter spesialis yang tidak memadai

ANALISA PDCA

PLAN :

Merencanakan perbaikan dan pengumpulan data secara berkesinambungan :

Apa yang diperbaiki

Siapa yang terlibat

Kapan dilaksanakan

Dimana dilaksanakan

Bagaimana caranya

Ke arah mana goalnya

DO :

Melaksanakan perubahan berdasarkan rencana yang ditetapkan

Siapa yang melaksanakan perubahan

Kapan dilaksanakan perubahan

Sarana apa saja yang dibutuhkan

Bagaimana mekanisme pelaksanaan

Lokasi mana sebagai uji coba

CHECK :

Mengamati pengaruh perubahan

Apa pelaksanaan telah sesuai rencana

Apakah proses perubahan perlu perbaikan ditinjau dari klien

Faktor apa yang mendukung

Faktor apa yang menghambat

Perubahan dari sisi mutu pelayanan

ACTION :

Bertindak berdasarkan hasil evaluasi dan lanjutan perbaikan proses

Melihat hasil dari Check

Menetapkan mekanisme perubahan

Menentukan protap terkini

Menentukan sasaran perubahan

Advokasi perubahan

Penilaian berkelanjutan

1. RUANG PERIKSA KOTOR

Dari service gap tiap poli → paling bermasalah: poli KIA

Penyebab: Banyak debu akibat letak ruang yang dekat dengan halaman, terlalu banyak pengunjung yang lalu lalang, dan pintu ruang periksa yang selalu terbuka

Rekomendasi peneliti:

- Ubah kondisi ruang periksa KIA menjadi ruang tertutup

- Pintu masuk poli KIA sebaiknya melalui ruang terima pasien agar ruang periksa tidak berhubungan langsung dengan halaman puskesmas sehingga kebersihannya tetap dapat terjaga.

2. TOILET PASIEN KOTOR & BAU

Kondisi sekarang: kotor & bau tidak sedap

Penyebab:

- Faktor pasien

- Faktor puskesmas

Rekomendasi peneliti:

- Perhatikan ketersediaan air di toilet

- Bersihkan toilet secara rutin

- Sediakan tempat sampah di toilet

- Berikan pendidikan kepada pasien pengguna toilet tentang kebersihan toilet→ stiker, poster, tulisan-tulisan di sekitar atau di dalam toilet

3. DOKTER SPESIALIS YANG TIDAK MEMADAI

Kondisi sekarang: satu dokter spesialis menetap, satu dokter spesialis terjadwal.

Penyebab:

- Pasien tidak mengetahui dengan pasti jadwal dan ketersediaan tenaga dokter spesialis tsb.

- Pasien ingan akses kepada pelayanan yang lebih baik bisa lebih mudah.

Rekomendasi peneliti:

- Optimalkan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang jadwal dan ketersediaan dokter spesialis yang sdh ada.

- Beri penjelasan kepada pasien bahwa menyediakan tenaga dokter spesialis di puskesmas bukanlah suatu hal yang mudah.

HARAPAN PASIEN

INDAH

ü Kebersihan puskesmas harus selalu dijaga

ü Kebersihan toilet pasien harus ditingkatkan

ü Keindahan dan keasrian taman harus ditingkatkan

DAMAI

ü Perawat dan dokter lebih ramah dan sopan

ü Keadilan antara pasien Maskin dengan pasien Umum harap ditingkatkan

AMAN

ü Peralatan lebih canggih

ü Apotek buka malam hari dan penyediaan pengeras suara

ü Petugas yang menyalahi aturan harap ditindak tegas

ü Penyediaan fasilitas yang memadai,contoh: sering mati lampu, fasilitas hiburan

ü Pengadaan jadwal praktek dokter di Puskesmas jam pelayanan poli diperpanjang

ü Pelayanan yang lebih cepat

ü Penambahan tenaga dokter spesialis

ü Keamanan parkir ditingkatkan

NYAMAN

ü Penyediaan fasilitas yang memadai,contoh: sering mati lampu, fasilitas hiburan

ü Halaman / areal Puskesmas diperluas

ü Letak kantin kurang strategis

SARAN

Bagi Puskesmas “M”

1. Hendaknya Puskesmas “M” lebih meningkatkan upaya promosi mengenai pelayanan dan fasilitas medis yang ada, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan onformasi mengenai kualitas pelayanan dan fasilitas Puskesmas “M”.

2. Promosi dapat dilakukan dengan memperbaiki papan informasi pelayanan Puskesmas “M” yang terdapat di pinggir jalan dekat pintu masuk, menyebarkan pamflet mengenai jenis pelayanan dan fasilitas yang dimiliki Puskesmas “M” kepada masyarakat sekitar.

Bagi Masyarakat

1. Hendaknya masyarakat dapat membantu memasyarakatkan informasi mengenai pelayanan dan fasilitas yang ada di Puskesmas “M”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar